Ratusan Kendaraan terjaring Razia Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor

Kamis, 04 Oktober 2018 | 11:22:35   Dibaca: 198 kali

Pekanbaru – Ratusan kendaraan terjaring razia penertiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada hari pertama pelaksanaan Operasi Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor Provinsi Riau, Rabu (04/10).

Sekira jam 8 pagi tadi, tim gabungan dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi Riau, Ditlantas Polda Riau, PT. Jasa Raharja Riau, Dinas Perhubungan Provinsi Riau dan Satpol PP Provinsi Riau telah hadir di lokasi razia dan melakukan persiapan serta apel pagi untuk mendapatkan pengarahan dari koordinator lapangan.

Usai menerima pengarahan, tim langsung bergerak untuk melakukan penertiban. Pada lima belas menit pertama pelaksanaan, tim berhasil menjaring puluhan kendaraan roda dua dan beberapa kendaraan roda empat yang masih menunggak pajaknya. Selanjutnya, tim mengarahkan pengendara untuk menyelesaikan sanksi administrasi kepada petugas Samsat yang ada di lapangan.

Selama dua jam pelaksanaan razia, tim terpadu berhasil menjaring 549 kendaraan roda dua dan roda empat. Namun dari angka tersebut tidak semua kendaraan bermasalah dengan pajak.

“Dari 549 kendaraan yang diperiksa tidak semuanya bermasalah dengan pajak. Hanya ada 134 yang bermasalah dan sisanya taat dengan pajak,” kata Kepala Bidang Pajak Daerah, Ispan Syahputra.

Di tempat yang sama, Kepala UPT Simpang Tiga, Moh Tafianto selaku koordinator lapangan mengaku puas dengan kerja tim pada hari pertama pelaksanaan razia.

“Alhamdulillah hari pertama pelaksanaan razia semuanya lancar. Seluruh personil bekerja dengan maksimal dan masyarakat Pekanbaru juga sangat kooperatif dengan petugas sehingga konflik yang dikhawatirkan muncul akhirnya tidak kita temukan di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut, Moh Tafianto juga menyayangkan temuan tingginya angka kendaraan yang bermasalah.

“sekitar 20% dari kendaraan yang terjaring artinya kan masih cukup tinggi. Kita berharap dengan pelaksanaan razia seperti ini muncul kesadaran di masyarakat tentang pentingnya membayar pajak kendaraan,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Bapenda Provinsi Riau, Indra Putrayana, mengatakan sasaran pelaksanaan razia untuk  tahun ini akan dikembangkan dari pelaksanaan razia atau operasi penertiban pada tahun-tahun sebelumnya.
    
"Jika tahun sebelumnya kita fokus di pajak kendaraan bermotor, PNBP serta SWDKLLAJ, untuk tahun ini kita juga melibatkan unsur instansi terkait dari pihak Dinas Perhubungan Provinsi Riau untuk menggali potensi pendapatan di perpanjangan perizinan angkutan serta kelaikan kendaraan bermotor," ungkapnya.
    
Ia mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah rapat koordinasi untuk persiapan razia tersebut. Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh dinas dan unsur instansi terkait seperti Ditlantas Polda Riau, PT. Jasa Raharja Riau, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan serta Polisi Pamong Praja Provinsi Riau.
    
Seperti diketahui, Bapenda Riau bersama unsur instansi terkait setiap tahunnya rutin melaksanakan operasi terpadu penertiban pajak kendaraan bermotor. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya Pemerintah Prov Riau dalam rangka pencapaian target penerimaan pajak daerah melalui kendaraan bermotor, SWDKLLAJ, perizinan angkutan dan kelaikan kendaraan bermotor.
    
Namun menurutnya, ia mengatakan tujuan dari pelaksanaan operasi terpadu penertiban pajak kendaraan bermotor ini adalah untuk membangun kesadaran masyarakat Riau dalam memenuhi kewajibannya membayar PKB, PNBP, SWDKLLAJ dan mutasi kendaraan Non BM atau plat Riau.
    
"Terkait mutasi kendaraan non-BM, kita juga terus melakukan himbauan sepanjang tahunnya baik kepada pemilik usaha maupun perorangan agar segera melakukan mutasi kendaraannya," lanjutnya.

 

Artikel

Selasa, 19 Desember 2017 - 11:25:29 WIB

Gubernur Riau: Pengelolaan DIPA Harus Transparan Dan Akuntabel

...

Selasa, 19 Desember 2017 - 09:46:34 WIB

Ka Bapenda Rencanakan Giat Opstib Tahun 2018

Pekanbaru – Kepala Bapenda Riau, Drs H Indra Putrayana M.Si merasa perlu untuk melaksanakan kembali operasi penertiban Pajak Kendaraan Bermotor tahun 2018 mendatang. Hal ...